This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Jumat, 03 April 2015

Tips Merawat RAM, CPU dan Motherboard Agar Tetap Awet by: gatut budi santoso RAM, CPU dan Motherboard merupakan perangkat keras komputer atau sering disebut hardware. Ketiganya sangat penting bagi kecepatan dan kelancaran akses komputer anda. Agar selalu dalam keadaan baik, ketiga hardware tersebut harus dibersihkan dan dijaga. Bagaimana caranya Merawat RAM, CPU dan Motherboard Agar Tetap Awet? Berikut ulasannya. Tips Merawat RAM Hal pertama yang harus dilakukan dalam membersihkan RAM adalah mengeluarkannya dari PC anda yang sebelumnya sudah tidak terhubung dengan aliran listrik. Kemudian siapkan kuas lembut dan kertas. Bagian pertama yang harus anda bersihkan adalah benkRAM atau tempat melekatnya memori. Bersihkan dengan menggunakan kuas. Untuk RAM yang tidak terbaca atau hanya dapat dibaca sebagian saja bisa menggunakan penghapus pensil. Pada bagian tembaga yang menempel dengan motherboard sebaiknya juga dibersihkan, apalagi bila terlihat ada karat di sana. Nah, sekarang RAM anda telah bersih dan bisa dipasang kembali ke PC. Untuk mengetahui hasilnya bisa menghidupkan PC anda. Tips Merawat CPU CPU bagaikan otak pada manusia sehingga perlu dijaga agar jalannya komputer tetap lancar. Pertama, hubungkan CPU dengan stavolt yang dapat mengontrol tegangan pada komputer. Bila sewaktu-waktu lampu mati CPU tetap aman. Kedua, segera setelah tidak digunakan tutuplah CPU dengan kain tipis agar tidak ada debu yangmenempel disana. Ketiga, bila memungkinkan pasang AC di tempat anda meletakkan CPU. Keempat, bersihkan CPU setiap enam bulan sekali atau kurang dari itu. Hal ini bisa dilakukan di bengkel atau dibersihkan sendiri bila anda mengetahui caranya. Perangkat CPU yang harus dibersihkan adalah harddisk, kemudian power suppy. Kalau kedua perangkat ini kotor mengakibatkan CPUmudah panas dan akhirnya rusak. Untuk harddisk bisa dibersihkan dengan disk cleaner khusus agar lebih sempurna. Jangan pernah menaruh cairan dalam bentuk apapun di atas CPU yang mengakibatkan gangguan bila tumpah. Letakkan CPU minimal 30 cm dari dinding agar ada ruang untuk ventilasi. Ini cara agar CPU tidak lekas panas. Tips Merawat Motherboard Cara menjaga kualitas motherboard tentunya dengan membersihkan dengan kompresor udara atau kuas minimal 3 bulan sekali. Bersihkan mainboard yang berhubungan dengan lainnya dari debu. Jangan lupa untuk mengecek jumlah baut agar tidak ada yang tertinggal setelah anda membersihkannya. Perlu diperhatikan, saat membersihkan komponen komputer sebaiknya dilakukan dengan hati-hati, jangan sampai terkena percikan air, jangan sampai ada komponen yang patah, bengkok atau hal lain yang dapat merusak hardware. Itu tadi tips merawat RAM, tips merawat CPU dan tips merawat Motherboard Agar tetap awet, semoga bermanfaat.
Cara Merawat Komputer/Laptop Agar Tetap Awet Dan Tidak Rusak cara merawat komputer agar tidak mudah rusak- ada banyak cara merawat laptop agar awet dan tahan lama,,,,tentunya setiap orang ingin laptopnya tahan lama meski hampir di pakai 24 jam seperti saya ini. Kerusakkan komputer selain kualitas barang yang anda beli tapi juga di pengaruhi oleh bagaimana anda merawat komputer atau laptop anda. Sebelumnya saya juga sudah membahas bagimana Cara Mempercepat IDM Menjadi Super Cepat & Cara Mempercepat Koneksi Internet Wifi & speedy cara merawat laptop agar awet saya sendiri menerapkan 7 tips umum yang memang sering di gunakan, tapi masih terbukti ampuh efeknya. Berikut ini adalah cara merawat laptop agar tidak cepat rusak : 1. Bersihkan CPU Komputer Bila computer Anda mau terus awet, bersihkanlah PC computer dengan teratur optimal dalam periode 6 bln. sekali. Lantaran bila CPU Anda tak dibikin bersih, kotoran debu dalam CPU bakal menumpuk serta bakal beresiko pada rusaknya pada temperatur atau suhu pada computer Anda. Langkahnya dengan buka casing PC lalu bersihkan debu yang ada di motherboard peripheral yang lain. Pembersihan dapat memakai sikat halus (kuas cat). Kerjakan ini sepanjang enam bln. sekali. 2. Janganlah Pakai Internet Waktu Hujan Lebat Umumnya koneksi internet sangatlah punya pengaruh pada cuaca. Di kuatirkan bila Anda memakai internet pada computer Anda sewaktu hujan, bisa menyebabkan jaringan computer bakal tersambar petir serta ini bakal beresiko pada computer Anda nanti. Sudah pasti hal semacam ini sangatlah beresiko. 3. Aktifkan Sistem Restore Komputer Aktifkan sistem restore juga sangatlah punya pengaruh untuk computer Anda supaya tak gampang rusak. Langkahnya dengan click kanan pada icon my desktop computer, lantas click properties Tab Sistem Restore Mencari tulisan Turn Off Sistem Restore On All Drives, lantas menghilangkan sinyal centang pada samping kiri tulisan itu. 4. Matikan Computer Sesuai sama Ketentuan Janganlah pernah mematikan computer lewat cara yg tidak lumrah seperti segera mencabut kontak listrik pada computer. Teraturlah mematikan computer dengan memakai shutdown. Pakai stavolt untuk hindari mati listrik mendadak. Atau bila anda terlampau lama memakai computer restart lah terlebih dulu, agar seluruhnya sistem computer kembali normal. Umumnya bila terlampau lama dipakai sistem computer bakal melemah. 5. Uninstal Program Yang Tak Bermanfaat/Tak Dipakai Umumnya ruangan hardisk yang terlampau banyak tersita bakal memperlambat sistem read/write hardisk hingga beban kerjanya bakal lebih berat hingga harddisk bakal cepat rusak. Umumnya bakal nampak warning juga space hardisk kita telah penuh. Sistem operasi windows telah mensupport bakal hal yang seperti ini. 6. Cermati Ventilasi serta Pendingin Komputer Ventilasi yang kurang baik bakal mengakibatkan panas yang terlalu berlebih hingga bisa bikin komponen computer bakal cepat panas hingga bakal memperpendek umur komponen itu. Oleh karena itu upayakan jarak pada computer serta dinding minimum 40CM. Supaya tambah baik lagi, Anda dapat measang AC didalam ruang serta pakai cooling fan ekstra didalam CPU. 7. Gunakan Kabel Ground Bila casing computer waktu disentuh ada aliran listrik, ambillah kabel dengan panjang sekedarnya. Ujung satu dikaitkan dengan tubuh CPU (pada casing) sedang ujung yg lain ditanam dalam tanah. Hal semacam ini akan menetralisir arus listrik yg “nyasar” hingga bisa bikin komponen elektronik lebih awet. Berikut ini tambahan cara merawat laptop agar awet dan tahan lama 1. Jauhi mengunakan Laptop dalam situasi di atas Kasur Ini dia kebisaan yang tanpa ada diakui bisa bikin laptop cepat rusak, upayakan semaksimal mungkin saja tak mengunakannya waktu laptop ada diatas kasur, Mengapa? Lantaran kasur atau bahan lembut serta empuk yang lain berbentuk untuk menyerap panas, bukanlah buang udara panas. Sedang Ketika laptop menyala, laptop selalu keluarkan udara panas, hingga panas itu bakal diserap oleh kasur yang diatasnya pas ada Laptop. Hingga hal semacam ini tentu bisa membahayakan laptop Anda. 2. Janganlah Menyimpan Benda Di Atas Laptop Terlebih Benda Itu Sangatlah Berat Saat Laptop terhimpit dengan benda yang sangatlah berat, meskipun laptop waktu itu dalam situasi tertutup, namun terus hal itu bisa bikin LCD laptop jadi rusak. Sinyal tanda rusaknya LCD awalannya dari timbulnya garis-garis seperti pada tv sampai apabila LCD telah rusak kronis jadi bakal mati keseluruhan. Jadi cermati laptop anda apakah saat ini terhimpit satu barang yang berat. 3. Menempatkan Baterai Saat Laptop Dioperasikan. Saat mengunakan Product laptop di th. 2005 ke bawah benar-benar sangat beresiko saat mengoperasikan laptop dalam situasi mencharge, hingga bisa bikin baterai laptop menggembung. Hingga beberapa orang yang mengperasikan laptop tanpa ada mengunakan baterai, cuma mengunakan segera dari Charger lisrik. Namun product laptop keluaran saat ini, telah aman untuk mengoperasikan laptop walau dalam situasi mencharge, baterai. laptop tak mengembung. Hingga jauhi mengunakan laptop tanpa ada beterai, waktu mencharge. Lantaran jika mendadak listrik dirumah anda padam, jadi itu bakal bikin laptop anda segera mati serta menyebabkan jelek pada komponen laptop anda. Jadi terus gunakan baterai laptop yang nanti bisa berperan juga sebagai penahan daya, apabila lisrik mendadak padam. 4. Bersihkan Debu yang Hinggap di Laptop. Ini yang butuh dilatih, membiasakan untuk bersihkan debu yang hinggap di laptop. Meskipun ini adalah hal yang simpel, namun membiasakan diri untuk bersihkan debu yang hinggap pada laptop bisa membat laptop makin awet.. Lantaran bila debu yang hingap di laptop selalu menumpuk dibagian saluran pembuangan hawa bisa mengakibatkan rusaknya yang cukup fatal. Oleh karenanya rajinlah dalam memersihkan laptop dengan cara berkala. 5. Janganlah Meletakan Benda Cair Di Dekat Laptop. Seluruhnya barang elektronik memanglah bakal cepat rusak apabila terserang benda cair. Termasuk juga laptop jika terserang benda cair bakal rusak kronis. Hingga, jauhkanlah laptop dari benda-benda cair, kekeliruan yang seringkali yaitu secangkir kopi yang diletakan dekat dengan laptop. Jika laptop terserang benda cair selekasnya matikan laptop lantas terlepas baterai. Sesudah kering cobalah hidupkan kembali laptop, semoga tak berlangsung rusaknya. 6. Jauhi Mengoperasikan Laptop Di Ruang Yang Bersuhu Panas. Mengoperasikan computer didalam Suhu ruang yang sangatlah panas bisa mengakibatkan kerusakan komponen-komponen laptop. Apabila terus mau mengunaakn latop didalam suhu ruang yang panas, jadi manfaatkanlah kipas pendingin (cooling pad). Cooling pad ada yang terbagi dalam sebagian kipas kecil atau ada dengan juga rmodel 1 kipas besar. Memakai Kipas pendingin bisa menolong aliran hawa jadi baik untuk laptop. 7. Jauhi Mengunakan Laptop Sampai Baterai kosong Hingga 0% Jika terus-terusan mengunakan laptop hingga baterai kosong 0%, tentu hal semacam ini bakal memperpendek usia baterai. Jadi jika baterai laptop telah mendekati 0%, jadi selekasnya charger kemabali, saat sebelum baterai habis, charge baterai itu hingga penuh 100%. Sangatlah dianjurkan Pemakai laptop lakukan setting laptop mati saat baterai kosong mendekati 0%, setting dibagian Power Options. 8. Jauhkan Benda-Benda Magnet Dari laptop Terlebih Untuk Magnet yang sangatlah kuat, terlebih memanglah benda itu adalah magnet 100%, seperti batu magnet. Hingga terkecuali benda cair yang butuh dijauhkan dari latop, jadi benda keras yang mempunyai kemampuan magnet yang sagat kuat mesti dijauhkan dari laptop. 9. Mengatur tingkat Kecerahan Monitor Pakai kecerahan monitor monitor yang tengah saja (sesuai sama keperluan), hal semacam ini untuk memimalisir pemakaian daya yang terlalu berlebih. Lantaran makin jelas monitor laptop anda, jadi bakal makin banyak power baterai yang bakal dikonsumsi. setting kecerahan monitor laptop ke posisi yang lebih redup (tak jelas terlalu berlebih), namun tentu dengan tingkat kecerahan yang terus nyaman melihatnya. 10. Nonaktifkan Piranti Eksternal Yang Tak Diperlukan Nonaktifkan piranti yang tengah tak dibutuhkan, seperti piranti seperti USB Flash Drive maupun piranti eksternal yang lain, yg tidak dipakai. Termasuk Wi-Fi serta seluruhnya piranti keras yang lain bila tak diperlukan waktu itu. Lantaran hal semacam itu bakal dengan kuras banyak daya baterai laptop. Hingga nonaktifkan seluruhnya piranti yg tidak diperlukan . 11. Waktu Mengoperasikan, Upayakan Alas Laptop berupa Permukaan Yang Datar Saat Laptop dalam situasi menyala, salah satu komponen laptop yang berupa seperi piringan pada harddisk dalam keadaan berputar. Terlebih saat tengah buka aplikasi spesifik didalam laptop, jadi piringan itu makin keras berputar. Bila laptop dalam situasi posisi miring, piringan itu bisa tergores dengan komponen paling dekatnya dari harddisk, jadi sangatlah beresiko, yang bisa bikin rusaknya keseluruhan Demikianlah cara merawat laptop agar tetap awet semoga bermanfaat.

Kamis, 23 Oktober 2014

Mengungkap Rahasia 4 Kecerdasan Manusia IQ,EQ,SQ, dan CQ untuk Sukses dalam Segala Bidang Kecerdasan adalah Sebagian kumpulan kapasitasseseorang untuk bereaksi serah dengantujuan, berfikir rasional dan mengelolalingkungan secara efektif. Macam-macamkecerdasan : •IQ (Intellegence Qoutient ) •EQ (Emotional Qoutient ) •SQ (Spiritual Qoutient ) •CQ (Creativity Qoutient) Berikut penjabaran dari data diatas supaya anda lebih mengerti secara khusus makna dari masing-masing kecerdasan yang anda miliki dalam otak anda tentunya. 1.)IQ (INTELLEGENCE QUOTIENT ) 1.1)Intellegensi adalah keseluruhankemampuan individu untuk berfikir danbertindak secara logis, terarah, sertamengelola dan menguasai lingkungansecara efektif (Marten Pali , 1993) 1.2) Umummnya Pengukuran atau Klasifikasi IQ pada manusia adalah : •Very Superior : 130 - ........ •Superior : 120 –129 •Brght normal : 110 –119 •Average : 90 –109 •Dull normal : 80 –89 •Borderline : 70 –79 •Mental Defective : 69 and bellow 1.3) Kesimpulan IQ Frustasi dan kegagalan dalam bekerja dapat berkurang jika pelaku profesi mencari informasi dangan berbagaicara/strategi bekerja, dengan berbagaialternative, banyak pikiran untukkeberhasilan dalam berkarya.Situasi yang kondusif untuk bekerja bisadiciptakan melalui pemberian motivasiatau menumbuhkan motivasi diri sendiridengan konsep bekerja yang berfokuspada kelebihan-kelebihan yang dimilikisetiap individu. 2.)EQ (EMOTIONAL QUOTIENT ) 2.1)Emosi adalah letupan perasaanseseorang 2.2)Aspek EQ(menurutSalovely & Goldman)ada 5: 1.Kemampuan mengenal diri (kesadarandiri). 2.Kemampuan mengelola emosi(penguasaan diri). 3.Kemampuan memotivasi diri. 4.Kemampuan mengendalikan emosiorang lain. 5.Kemampuan berhubungan dengan oranglain (empati). 2.3)EQ Tinggi adalah : •Berempati •Mangungkapkan dan memahami perasaan. •Mengendalikan amarah. •Kemandirian. •Kemampuan menyesuaikan diri. •Disukai •Kemampuan memecahkan masalah antar pribadi. 2.4)Kesimpulan EQ : •EQ dianggap sebagai persyaratan bagikesuksesan pribadi. •Alasan utamanya adalah masyarakatpercaya bahwa emosi-emosi sebagaimasalah pribadi dan tidak memiliki tempatdiluar inti batin seseorang juga batas-batas keluarga. 2.5)Dr. DANIEL GOLEMAN memberikan satuasumsi betapa pentingnya peran EQ dalamkesuksesan pribadi : •90 % prestasi kerja ditentukan oleh EQ. •Pengetahuan dan teknis hanyaberkontribusi 4 % 3)SQ (SPIRITUAL QUOTIENT ) 3.1)Spiritual adalah inti dari pusat diri sendiri.Kecerdasan spiritual adalah sumber yangilhami, menyemangati dan mengikat diriseseorang kepada nilai-nilai kebenarantanpa batas waktu (Agus N. Germanto,2001) 3.2)Ciri – Ciri SQ Tinggi : 1.Memiliki prinsip dan visi yang kuat. 2.Mampu melihat kesatuan dalamkeanekaragaman. 3.Mampu mengelola dan bertahan dalamkesulitan dan penderitaan. 4.Mampu memaknai setiap sisi kehidupan. 5.MAmpu mengelola dan bertahan dalamkesulitan dan penderitaan. 3.3)Tiga prinsip utama bagi orang yangspiritualnya tinggi : •Prinsip kebenaran. •Prinsip Keadilan. •Prinsip Kebaikan. 3.4)Kesimpulan SQ Oleh karena itu SDM sebagai pelaksana suatu profesi haruslah yang beraga dalam arti beriman dan bertakwa, bermoral dalam arti taat pada hukum 4.)CQ (CREATIVITY QUOTIENT) KECERDASAN KREATIVITAS 4.1)kecerdasan Kreativitas Adalah potensi seseorng untuk memunculkan sesuatu yang penemuan-penemuan baru dalam bidang ilmu dan teknologi serta semua bidang dalam usaha lainnya. 4.2) GUIL FORD mendeskripsikan 5 ciri kreativitas : 1.)Kelancaran : Kemampuan memproduksi banyak ide. 2.)Keluwesan : Kemampuan untuk mengajukan bermacam-macam pendekatan jalam pemecahan masalah. 3.)Keaslian : Kemampuan untuk melahirkan gagasan yang orisinil sebagai hasil pemikiran sendiri. 4.)Penguraian : Kemampuan menguraikan sesuatu secara terperinci. 5.)Perumusan Kembali : Kemampuan untuk mengkaji kembali suatu persoalan melalui cara yang berbada dengan yang sudah lazim. 4.3)Kreativitas terdiri dari dua unsur : 1.)Kepasihan (kemampuan menghasilkan sejumlah gagasn dan ide prmecahan masalah dengan lancar). 2.)Keluwesan (Kemampuan untuk menemukan gagasan yang berbeda dan luar biasa untuk memecahkan suatu masalah ) 4.4)Hambatan untuk menjadi Kreatif : Kebiasaan, waktu, dibanjiri masalah, tidak ada masalah, takut gagal, kebutuhan akan sebuah jawaban sekarang, kegiatan mental yang sulit diarahkan, tahut bersenang-senang, kritik orang lain. 4.5)kesimpulan CQ : SDM sebagai pelaksana suatu profesi dengan tingkat kecerdasan kreativitas (CQ) yang tinggi, adalah mereka yang kreatif, mampu mencari dan menciptakan terobosan-terobosan dalam membatasi berbagai kendala atau permasalahan yang muncul dalam lembaga profesi yang mereka geluti. Nah dari keempat uraian kecerdasan manusia diatas anda bisa mengoptimalkan pada masing-masing klasifikasi kecerdasan yang sudah berada pada otak manusia. tentunya setiap manusia memiliki kapasitas yang sama tinggal seberapa besar tekad saja yang lebih menentukan kesuksesan anda.

Minggu, 19 Oktober 2014

bilanga biner

BILANGAN BINER BILANGAN BINER

baca *disini* Mengetahui Kelas-Kelas IP PENGKELASAN IP Untuk mengatur alamat masing-masing komputer pada suatu jaringan, digunakanlah IP Address. IP Address adalah suatu alamat yang diberikan ke peralatan jaringan komputer untuk dapat diidentifikasi oleh komputer yang lain. Dengan demikian masing-masing komputer dapat melakukan proses tukar-menukar data / informasi, mengakses internet, atau mengakses ke suatujaringan komputer dengan menggunakan protokol TCP/IP. IP Address digunakan untuk mengidentifikasi interface jaringan pada host dari suatu mesin (komputer). IP Address terdiri dari sekelompok bilangan biner 32 bit yang dibagi menjadi 4 bagian. Masing-masing bagian terdiri dari 8 bit, yang berarti memiliki nilai desimal dari 0 sampai 255. Tiap 8 bit ini disebut sebagai oktet. Bentuk IP Address adalah sebagai berikut: xxxxxxxx.xxxxxxxx.xxxxxxxx.xxxxxxxx Setiap tanda simbol “x” dapat kita gantikan oleh angka 0 dan 1, misal : 11000000.10101000.00000000.00000001 Notasi IP Address dengan bilangan biner seperti di atas tidak mudah kita baca dan hapalkan. Oleh karena itu, untuk memudahkan dalam membaca dan mengingat suatu alamat IP dalam jaringan, IP Address sering ditulis sebagai 4 bilangan desimal yang masing-masing dipisahkan oleh sebuah titik. Setiap bilangan desimal tersebut merupakan nilai dari satu oktet (8 bit) IP Address, misalnya : 11000000.10101000.00000000.00000001 192 . 168 . 0 . 1 IP Address dapat dipisahkan menjadi dua bagian, yaitu host ID dan network ID. Host ID berfungsi untuk mengidentifikasi host dalam suatu jaringan. Sedangkan Network ID berfungsi untuk mengidentifikasikan suatu jaringan dari jaringan yang lain. Hal ini berarti seluruh host yang tersambung di dalam jaringan yang sama memiliki network ID yang sama pula. Sebagian dari bit-bit bagian awal dari IP Address merupakan network ID atau network number, sedangkan sisanya untuk host. Garis pemisah antara bagian network dan host tidak tetap (konstan), tergantung pada kelas network yang kita gunakan. Terdapat beberapa kelas IP Address yang digunakan dalam TCP/IP dalam suatu jaringan, yaitu kelas A, kelas B, kelas C, kelas D, dan kelas E. KELAS A Pada jaringan IP Address kelas A, bit pertama dari IP address tersebut adalah 0. Bit pertama dan 7 bit berikutnya (8 bit per¬tama) merupakan network ID, sedangkan 24 bit terakhir merupakan host ID. Maka pada kelas A hanya terdapat 128 network IP Address dengan jangkauan dari 0.xxx.xxx.xxx sampai 127.xxx.xxx.xxx. KELAS B Pada jaringan IP Address kelas B, 2 bit pertama dari IP address adalah 10. Dua bit ini dan bit berikutnya (16 bit pertama) merupakan network ID. Sedangkan 16 bit terakhir merupakan host ID. Maka pada kelas B terdapat 16384 network IP Address dengan jangkauan dari 128.0.xxx.xxx sampai 191.255.xxx.xxx. KELAS C Pada jaringan IP Address kelas C, 3 bit pertama dari IP Address adalah 110. Tiga bit ini dan 21 bit berikutnya (24 bit pertama) merupakan network ID. Sedangkan 8 bit terakhir merupakan host ID. Maka pada kelas C terdapat lebih dari 2 juta network IP Address dengan jangkauan dari 192.0.0.xxx sampai 223.255.255.xxx. KELAS D Pada jaringan IP Address kelas D, 4 bit pertama dari IP Address ini adalah 1 1 1 0. Sedangkan bit sisanya digunakan untuk grup host pada jaringan dengan range IP antara 224.0.0.0 – 239.255.255.255. IP Address Kelas D digunakan untuk multicasting, yaitu pemakaian aplikasi secara bersama-sama oleh sejumlah komputer. Multicasting berfungsi untuk mengirimkan informasi pada nomor host register. Host-host dikelompokkan dengan meregistrasi atau mendaftarkan dirinya kepada router lokal dengan menggunakan alamat multicast dari range alamat IP Address kelas D. Salah satu penggunaan multicast address pada internet saat ini adalah aplikasi real time video conference yang melibatkan lebih dari dua host (multipoint) dengan menggunakan Mbone (Multicast Backbone). KELAS E Pada jaringan IP Address kelas E, 4 bit pertama dari IP Address ini adalah 1 1 1 1. IP address kelas E mempunyai range antara 240.0.0.0 – 254.255.255.255. IP Address kelas E merupakan kelas IP address eksperimen yang dipersiapkan untuk peng¬gunaan IP Address di masa yang akan datang. IP PRIVATE DAN IP PUBLIC Berdasarkan jenisnya IP address dibedakan menjadi 2 macam yaitu IP Private dan IP Public. IP Private adalah suatu IP address yang digunakan oleh suatu organisasi yang diperuntukkan untuk jaringan lokal. Sehingga organisasi lain dari luar organisasi tersebut tidak dapat melakukan komunikasi dengan jaringan lokal tersebut. Contoh pemakaiannya adalah pada jaringan intranet. Sedangkan Range IP Private adalah sebagai berikut : Kelas A : 10.0.0.0 – 10.255.255.255 Kelas B : 172.16.0.0 – 172.31.255.255 Kelas C : 192.168.0.0 – 192.168.255.255 IP Public adalah suatu IP address yang digunakan pada jaringan lokal oleh suatu organisasi dan organisasi lain dari luar organisasi tersebut dapat melakukan komunikasi langsung dengan jaringan lokal tersebut. Contoh pemakaiannya adalah pada jaringan internet. Sedangkan range dari IP Public : range IP address yang tidak termasuk dalam IP Private. SUBNETTING Subnetting adalah pembagian suatu kelompok alamat IP menjadi beberapa network ID lain dengan jumlah anggota jaringan yang lebih kecil, yang disebut subnet (subnetwork). Subnet Mask merupakan angka biner 32 bit yang digunakan untuk : •Membedakan antara network ID dengan host ID. •Menunjukkan letak suatu host, apakah host tersebut berada pada jaringan luar atau jaringan lokal. Tujuan dalam melakukan subnetting ini adalah : •Membagi satu kelas netwok atas sejumlah subnetwork dengan arti membagi suatu kelas jaringan menjadi bagian-bagian yang lebih kecil. •Menempatkan suatu host, apakah berada dalam satu jaringan atau tidak. •Untuk mengatasi masalah perbedaaan hardware dengan topologi fisik jaringan. •Penggunaan IP Address yang lebih efisien. Ada dua pendekatan dalam melakukan pembentukan subnet, yaitu : •Berdasarkan jumlah jaringan yang akan dibentuk. •Berdasarkan jumlah host yang dibentuk dalam jaringan. Kedua-duanya akan dipakai untuk menentukan efisiensi pe¬nomoran IP dalam suatu lingkungan jaringan. Pada subnet mask seluruh bit yang berhubungan dengan host ID diset 0. Sedangkan bit yang berhubungan dengan network ID diset 1. Untuk menentukan suatu host berada pada jaringan luar atau pada jaringan lokal, kita dapat melakukan operasi AND antara subnet mask dengan IP Address asal dan IP Address tujuan, serta membandingkan hasilnya sehingga dapat diketahui ke mana arah tujuan dari paket IP tersebut. Jika kedua hasil operasi tersebut sama, maka host tujuan terletak di jaringan lokal dan paket IP dikirim langsung ke host tujuan. Jika hasilnya berbeda, maka host terletak di luar jaringan lokal, sehingga paket IP dikirim ke default router. SEKILAS TENTANG IPV6 (IP VERSI 6) Perkembangan jaringan dan internet yang berkembang sangat pesat akhir-akhir ini membuat Internet Protocol (IP) yang sering digunakan dalam jaringan dengan TCP/IP menjadi ketinggalan. Khususnya, karena sekarang ini telah terdapat berbagai aplikasi pada internet yang membutuhkan kapasitas IP jaringan yang sangat besar dan dengan jumlah yang sangat banyak. Aplikasi-aplikasi tersebut di antaranya email, multimedia menggunakan internet, remote access, FTP (File Transfer Protocol), dan lain sebagainya. Aplikasi ini membutuhkan supply layanan jaringan yang lebih cepat dan fungsi keamanan menjadi faktor terpenting di dalamnya. Kebutuhan akan fungsi keamanan tersebut tidak dapat dipenuhi oleh IPV4, karena pada IP ini memiliki keterbatasan, yaitu hanya mempunyai panjang address sampai dengan 32 bit saja. Dengan demikian, diciptakanlah suatu IP untuk mengatasi keterbatasan resource Internet Protocol yang telah mulai berkurang serta memiliki fungsi keamanan yang handal (relia¬bility). IP tersebut adalah IPV6 (IP Versi 6), atau disebut juga dengan IPNG (IP Next Generation). IPV6 merupakan pengembangan dari IP terdahulu yaitu IPV4. Pada IP ini terdapat 2 pengalamatan dengan panjang address sebesar 128 bit. Penggunaan dan pengaturan IPV4 pada jaringan dewasa ini mulai mengalami berbagai masalah dan kendala. Di mulai dari masalah pengalokasian IP address yang akan habis digunakan karena banyaknya host yang terhubung atau terkoneksi dengan internet, mengingat panjang addressnya yang hanya 32 bit serta tidak mampu mendukung kebutuhan akan komunikasi yang aman. IPv6 mempunyai tingkat keamanan yang lebih tinggi karena berada pada level Network Layer, sehingga dapat mencakup semua level aplikasi. Hal tersebut berbeda dengan IPV4 yang bekerja pada level aplikasi. Oleh sebab itu, IPV6 mendukung penyusunan address secara terstruktur, yang memungkinkan Internet terus berkembang dan menyediakan kemampuan routing baru yang tidak terdapat pada IPV4 Pasti diantra kalian semua sudah pernah mendengar cara menghitung IP. Disini saya akan menjabarkan bagaimana cara setting IP(Internet Protocol). Pertama-tama anda harus mengetahui kelas IP. Jika anda telah mengetahui kelas IP itu ada berapa dan dimulai dari berapa. Selanjutnya anda tinggal menghitung IP. Untuk menghitung IP, anda harus tahu konsep subneting. Di konsep subneting ini dijabarkan bagaimana menghitung biner dan oktet. Supaya ga pusing, Ok deh sekarang saya akan mulai cara menghitung IP. Macam-macam kelas IP: Ada 5 macam kelas IP, tetapi yang sering digunakan itu ada 3, diantaranya: Kelas A = 0-127 dengan jumlah host yang bisa dibuat kurang lebih ada 16 juta host. Kelas B = 128-191 dengan jumlah host yang bisa dibuat kurang lebih ada 65 ribu host. Kelas C = 192-223 dengan jumlah host yang bisa dibuat ada 254 host. Dan untuk kelas D & E itu digunakan untuk multicast IP. Jadi, untuk sekarang 2 kelas IP ini masih belum digunakan. Ada 4 oktet dalam bilangan IP. Masing-masing oktet memiliki jumlah biner 8 buah. Dan biner dilambangkan 1 & 0. Untuk penghitungannya, hanya biner 1 yang dihitung dan biner 0 tidak dihitung. Untuk biner 1 masing-masing memiliki jumlah yang berbeda. 1 1 1 1 1 1 1 1 = Disamping ini adalah jumlah biner dan jika dijumlahkan semuanya ada 255. 128 64 32 16 8 4 2 1 misal: 11000000.10100100.00001010.00000000 = 192.168.10.0 atau: 11111111.11111111.11111111.11111111 = 255.255.255.255 Nah, sampai sekarang sudah sedikit mengerti belum tentang kelas IP dan biner?? saya kira sudah, kan pinter2x Ok selanjutnya kita ke penghitungan masing-masing kelas IP. Saya coba untuk kelas C dulu yang mudah baru ke kelas selanjutnya B & A. Rumus Penghitungan IP: 2x = Rumus menghitung jumlah network dengan x adalah banyaknya biner 1 dalam host id. 2y-2 = Rumus menghitung jumlah host dengan y adalah banyaknya biner 0 dalam host id. Untuk penghitungan IP yang dihitung hanya host id saja & network idnya tidak perlu dihitung. Penghitungan Kelas C: ket: /24 = dibaca slash 24, yaitu banyaknya biner yang tersedia ada 24 biner dari 32 biner. Untuk kelas C network idnya ada di 3 oktet pertama. Dan host idnya ada di 1 oktet terakhir. Ip 192.168.10.0/24 11111111.11111111.11111111.00000000 Network ID Host ID 255 . 255 . 255 . 0 = subnet mask Jumlah Network = 2x =20 = 1 Jumlah Host = 2y-2 = 28-2 = 256-2 = 254 Block = 256-0 = 256 Network IP Subnet/ip network 192.168.10.0 IP Awal 192.168.10.1 IP Akhir 192.168.10.254 IP Broadcast 192.168.10.255 Jadi, jumlah host/komp yang bisa digunakan itu ada 254 dalam 1 network. Dengan subnetmask 255.255.255.0 Cara Menghitung IP Posted by harjoena on Juni 29, 2008 Catatan pribadi aja biar ga lupa.. Jika anda ingin menjadi seorang Network Administrator salah tiga syarat utamanya adalah memahami TCP/IP tidak hanya secara Konsep tetapi juga Desain dan Implementasinya. Dalam tutorial ini saya ingin membagi pengertian yang saya pahami dalam menghitung IP Adress secara cepat. Kita mulai … lebih cepat lebih baik… Mungkin anda sudah sering men-setting jaringan dengan protokol TCP/IP dan menggunakan IP Address 192.168.0.1, 192.168.0.2, 192.168.0.3, …dst dengan netmask (subnet) 255.255.255.0 . Namun pernahkah terpikir untuk menggunakan IP selain IP tersebut ? misalnya : 192.168.100.1 netmask 255.255.255.248 atau 192.168.50.16 netmask 255.255.255.240 …??? Teori Singkat & Umum Untuk mempelajari IP diperlukan pengetahuan tentang Logika dan Sitem Bilangan Biner. Tentang bagaimana cara mengkonversi bilangan Biner ke dalam bilangan Decimal atau menjadi BIlangan HexaDecimal, silahkan baca tutorial Sistem Bilangan Logika [Not Finished Yet] yang juga saya tulis dalam bentuk ringkasan. IP Address yang akan kita pelajari ini adalah IPv.4 yang berisi angka 32 bit binner yang terbagi dalam 4×8 bit. Conto : 8 bit 8 bit 8 bit 8 bit 192.168.0.1 -> 1 1 0 0 0 0 0 0 . 1 0 1 0 1 0 0 0 . 0 0 0 0 0 0 0 0 . 0 0 0 0 0 0 0 1 192 . 168 . 0 . 1 Hal yang perlu dipahami dalam penggunaan IP Address secara umum adalah sebagai berikut : Kelas IP IP Address di bagi menjadi 5 kelas yakni A, B, C, D dan E. Dasar pertimbangan pembagian kelas ini adalah untuk memudahkan pendistribusian pendaftaran IP Address. Kelas A Kelas A ini diberikan untuk jaringan dengan jumlah host yang besar Bit Pertama : 0 Net-ID : 8 bit Host-ID : 24 bit Range IP : 1.xxx.xxx.xxx – 126.xxx.xxx.xxx Jumlah IP : 16.777.214 Note : 0 dan 127 dicadangkan, 0.0.0.0 dan 127.0.0.0 biasanya dipakai untuk localhost. Kelas B Kelas B ini diberikan untuk jaringan dengan jumlah host yang besar 2 Bit Pertama : 10 Net-ID : 16 bit Host-ID : 16 bit Range IP : 128.xxx.xxx.xxx – 191.255.xxx.xxx Jumlah IP : 65.532 Kelas C 3 Bit Pertama : 110 Net-ID : 24 bit Host-ID : 16 bit Range IP : 192.xxx.xxx.xxx – 223.255.255.255 Jumlah IP : 254 Kelas D 4 Bit Pertama : 1110 Byte Inisial : 224 – 247Note : Kelas D ini digunakan untuk keperluan multicasting dan tidak mengenal adanya Net-ID dan Host-ID Kelas E 4 Bit Pertama : 1111 Byte Inisial : 248 – 255Note : Kelas E ini digunakan untuk keperluan Eksperimental -> Network ID (Net-ID) Adalah IP address yang menunjukkan Nomor Jaringan (identitas segmen) Conto : Sebuah segmen dengan IP range 192.168.0.0 – 192.168.0.255 netmask 255.255.255.0 maka Net-ID nya adalah 192.168.0.0. Sebuah jaringan dengan IP range 192.168.5.16 – 192.168.5.31/28 maka Net-ID nya adalah 192.168.5.16Note : Net-ID adalah IP pertama dari sebuah segmen. Dalam implementasinya IP ini tidak dapat digunakan pada sebuah host. -> IP Broadcast Adalah IP address yang digunakan untuk broadcast. Dari conto di atas maka IP Broadcast nya adalah 192.168.0.255 .Note : IP Broadcast adalah IP terakhir dari sebuah segmen (kebalikan dari Net-ID). Dalam implementasinya IP ini juga tidak dapat digunakan pada sebuah host. -> Subnet Mask (Netmask) Adalah angka binner 32 bit yang digunakan untuk : membedakan Net-ID dan Host-ID menunjukkan letak suatu host, apakah berada di jaringan lokal atau jaringan luar Kelas A : 11111111.00000000.00000000.00000000 = 255.0.0.0 Kelas B : 11111111.11111111.00000000.00000000 = 255.255.0.0 Kelas C : 11111111.11111111.11111111.00000000 = 255.255.255.0 Conto : sebuah segmen dengan IP range 192.168.0.0 – 192.168.0.255 maka Netmask nya adalah : 255.255.255.0 . -> Prefix Adalah penulisan singkat dari sebuah Netmask. Dari conto juga maka prefix nya adalah 24 maka menuliskan prefix-nya 192.168.0.0/24 -> Jumlah IP yang tersedia Adalah jumlah IP address yang tersedia dalam sebuah segmen (blok). Dari conto di atas maka Jumlah IP yang tersedia sebanyak 256 (192.168.0.0 – 192.168.0.255)Note : Dalam implementasinya tidak semua IP yang tersedia dapat digunakan karena ada 2 IP yang akan digunakan sebagai Net-ID dan Broadcast.. -> Jumlah Host Adalah jumlah dari IP address yang dapat dipakai dalam sebuah segmen. Dari conto di atas maka jumlah host-nya adalah 254 (192.168.0.1 – 192.168.0.254). IP 192.168.0.0 sebagai Net-ID dan 192.168.0.255 sebagai Broadcast-nya.Note : Jumlah Host = Jumlah IP yg tersedia – 2 -> IP Public Adalah IP address yang dapat dikenali di jaringan internet. Conto : 202.95.144.4, 64.3.2.45, 4.2.2.1 dstNote : IP Public akan kita dapatkan jika kita berlangganan Leased Line. -> IP Private Adalah IP address yang hanya dapat dikenali di jaringan local (LAN). Conto : 192.168.1.1, 192.168.0.5, 192.168.10.200 dstNote : IP Private dapat kita gunakan semau kita untuk membangun LAN tanpa harus berlangganan Internet seperti Leased Line. Memulai Perhitungan Perhatikan kombinasi angka dibawah ini : Cara membaca : Kombinasi angka tersebut adalah untuk netmask 255.255.255.0 yang apabila di konversi ke Bilangan Biner adalah 11111111.11111111.11111111.00000000. Kita ambil 8 bit terakhir yaitu .00000000. Apabila pada kolom pertama di beri nilai ‘1′ dan yg lainnya bernilai ‘0′ ( .10000000 ) maka Jumlah IP yang kita miliki (tersedia) sebanyak 128 nomor Netmask yang harus dipakai adalah 255.255.255.128 Kita dapat menuliskan IP tersebut 192.168.0.0/25 dengan 25 sebagai nilai prefix-nya. Jumlah segmen yang terbentuk sebanyak 2 yaitu 192.168.0.0 – 192.168.0.127 -> sesuai dgn point 1. IP yang tersedia sebanyak 128 buah tiap segmen 192.168.0.128 – 192.168.0.255 Jumlah IP yang dapat dipakai untuk host sebanyak 126 setelah dikurangi dengan Net-ID dan Broadcast .Sekarang dapatkah Anda mencari seperti 5 point sebelumnya apabila 3 bit pertama di beri nilai ‘1′ ? Latihan Saya memiliki IP sebagai berikut : A. 192.168.0.10/28 B. 192.168.0.15/netmask 255.255.255.240 C. 192.168.0.16/28 D. 192.168.0.20 netmask 255.255.255.240 E. 192.168.0.20/28 F. 192.168.0.9/30 G. 192.168.0.11/255.255.255.250 Pertanyaan : Manakah IP yang dapat saling berhubungan (berada dalam segmen yang sama) ? Berapakah netmask untuk IP A,C,E,F ? Berapakah nilai prefix untuk IP B,D,G ? Manakah IP yang tidak dapat digunakan dalam jaringan, dan apa sebabnya ? Berapa range untuk masing-masing IP ? Bagaimana cara menguji konektivitas masing-masing IP ? Referensi : TCP/IP Standart, Deain dan Implementas (Onno W. Purbo) Google.com Pengalaman ngeset IP.. Struktur IP Address Pada IPv4 Alamat IP terdiri dari bilangan biner sepanjang 32 bit yang dibagi atas 4 segmen. Tiap segmen terdiri atas 8 bit yang berarti memiliki nilai desimal dari 0 - 255. Luas area dari alamat IP ( range address ) yang bisa digunakan adalah dari 00000000.00000000.00000000.00000000 sampai dengan 11111111.11111111.11111111.11111111. Jadi, ada sebanyak 232 kombinasi address yang bisa dipakai diseluruh dunia (walaupun pada kenyataannya ada sejumlah IP Address yang digunakan untuk keperluan khusus). Jadi, jaringan TCP/IP dengan 32 bit address ini mampu menampung sebanyak 232 atau lebih dari 4 milyar host. Untuk memudahkan pembacaan dan penulisan, IP Address biasanya direpresentasikan dalam bilangan desimal. Jadi, range address di atas dapat diubah menjadi address 0.0.0.0 sampai address 255.255.255.255. Nilai desimal dari IP Address inilah yang dikenal dalam pemakaian sehari-hari. 2.1 Konversi Bilangan Biner, Desimal dan Hexadecimal Didalam hitungan matematika kita lebih mengenal bilangan desimal ( 0 – 9 ) dibanding bilangan biner ( 1 dan 0 ) atau hexadecimal ( 0 – F ). Disini akan dijabarkan tentang perubahan dari bilangan desimal ke biner atau dari biner ke hexadecimal. Konversi ini dibuat untuk memudahkan pengguna mengetahui struktur IP yang berbasiskan bilangan biner. 2.1.1 Mengubah bilangan desimal ke biner Cara menghitung bilangan biner dari bilangan desimal adalah dengan metode membagi bilangan desimal dengan bilangan biner sambil memperhatikan hasil sisa pembagian. Contoh: (1)192 196 : 2 = 96 sisa 0 96 : 2 = 48 sisa 0 48 : 2 = 24 sisa 0 24 : 2 = 12 sisa 0 12 : 2 = 6 sisa 0 6 : 2 = 3 sisa 0 3 : 2 = 1 sisa 1 Bilangan biner nya adalah angka sisa akhir dibaca dari bawah keatas, yaitu : 11000000, dan untuk pembuktian konversi angka desimal ini bisa dibalik dengan cara merubahnya kembali menjadi bilangan biner. 2.1.2 Mengubah bilangan biner ke desimal Cara menghitungnya adalah dengan membuat tabel dan memposisikan bilangan biner dengan satuan decimal sebagai berikut. Kemudian nanti jumlahkan angka desimal tersebut berdasarkan bilangan biner yang dimasukkan. Contoh 1 : Binary 1 1 0 0 0 0 0 0 Decimal 128 64 0 16 0 0 0 0 Jika bilangan biner 0 maka decimalnya dihitung 0 tapi jika angkanya 1 maka ia dihitung berdasarkan tabel desimal yang dimaksud. Dari tabel diatas didapatkan bilangan biner yang bernilai 1 tepat berada dikolom desimal 128 dan 64 sedangkan angka 0 disini tidak dihitung maka perhitungannya adalah 128 + 64 = 192. Jadi Konversi dari bilangan biner 11000000 adalah 192 Contoh 2: tabel dibawah adalah bilangan biner 11111111 Biner 1 1 1 1 1 1 1 1 Decimal 128 64 32 16 8 4 2 1 Maka bilangan desimalnya adalah 128 + 64 + 32 + 16 + 8 + 4 + 2 + 1 = 255 2.1.3 Mengubah bilangan biner ke hexadesimal Untuk mengubah bilangan biner ke hexadesimal, susun bilangan biner menjadi kelompok 4 bit. Mulai pengelompokkan dari bit dari kanan kekiri. Jika jumlah bit kelompok terakhir tidak cukup, tambahkan 0. Hexadesimal Biner 0 0000 1 0001 2 0010 3 0011 4 0100 5 0101 6 0110 7 0111 8 1000 9 1001 A 1010 B 1011 C 1100 D 1101 E 1110 F 1111 3.Pembagian Kelas IP Address 3.2.1IP versi 4 (IPv4) Untuk pembagian kelas IP address saya gunakan standar IPv4 yang terdiri atas 32 bit angka binary. Dapat disimbolkan dengan angka sebagai berikut : Alamat IP yang dimiliki oleh sebuah host dapat dibagi ke dalam dua buah bagian, yakni: • Network Identifier atau Network Address (alamat jaringan) yang digunakan khusus untuk mengidentifikasikan alamat jaringan di mana host berada. Semua sistem di dalam sebuah jaringan fisik yang sama harus memiliki alamat Network identifier yang sama. Network identifier juga harus bersifat unik dalam sebuah internetwork. Alamat Network Identifier tidak boleh bernilai 0 atau 255.[2] • Host Identifier atau Host address (alamat host) yang digunakan khusus untuk mengidentifikasikan alamat host di dalam jaringan. Nilai Host Identifier tidak boleh bernilai 0 atau 255 dan harus bersifat unik di dalam network identifier di mana ia berada.[2] Ada 3 kelas address yang utama dalam TCP/IP, yakni kelas A, kelas B dan kelas C. Perangkat lunak Internet Protocol menentukan pembagian jenis kelas ini dengan menguji beberapa bit pertama dari IP Address. Penentuan kelas ini dilakukan dengan cara berikut 1.Kelas A Ciri-ciri dari kelas A adalah jika bit pertama bernilai 0, kelas ini untuk konfigurasi jaringan yang berskala besar. Dari angka 0 sampai 7 bit berikutnya merupakan bit network dan 24 bit selanjutnya dinamakan bit host. Dengan demikian hanya ada 128 network kelas A, yakni dari nomor 0.xxx.xxx.xxx sampai 127.xxx.xxx.xxx, tetapi setiap network dapat menampung lebih dari 16 juta (2563) host (xxx adalah variabel, nilainya dari 0 s/d 255). Range addressnya mulai dari 1 – 126. 2.Kelas B Ciri-ciri dari kelas B adalah jika 2 bit pertama bernilai 10, maka 14 bit berikutnya (16 bit pertama) merupakan bit network sedangkan 16 bit terakhir merupakan bit host. Dengan demikian terdapat lebih dari 16 ribu network kelas B (64 x 256), yakni dari network 128.0.xxx.xxx - 191.255.xxx.xxx. Setiap network kelas B mampu menampung lebih dari 65 ribu host (2562). kelas ini untuk konfigurasi jaringan berskala menengah sampai yang berskala besar. Range addressnya mulai dari 128 – 191. 3.Kelas C Ciri-ciri dari kelas C adalah jika 3 bit pertama bernilai 110, maka 21 bit berikutnya (24 bit pertama) merupakan bit network sedangkan 8 bit terakhir merupakan bit host. Dengan demikian terdapat lebih dari 2 juta network kelas C (32 x 256 x 256), yakni dari nomor 192.0.0.xxx sampai 223.255.255.xxx. Setiap network kelas C hanya mampu menampung sekitar 256 host. kelas ini untuk konfigurasi jaringan berskala kecil. Range addressnya mulai dari 192 – 223. Selain ke tiga kelas di atas, ada 2 kelas lagi yang ditujukan untuk pemakaian khusus, yakni kelas D dan kelas E. Jika 4 bit pertama adalah 1110, IP Address merupakan kelas D yang digunakan untuk multicast address, yakni sejumlah komputer yang memakai bersama suatu aplikasi (bedakan dengan pengertian network address yang mengacu kepada sejumlah komputer yang memakai bersama suatu network). Salah satu penggunaan multicast address yang sedang berkembang saat ini di Internet adalah untuk aplikasi real-time video conference yang melibatkan lebih dari dua host (multipoint), menggunakan Multicast Backbone (MBone). Kelas terakhir adalah kelas E (4 bit pertama adalah 1111 atau sisa dari seluruh kelas). Pemakaiannya dicadangkan untuk kegiatan eksperimen. 3.2.2 IP versi 6 (IPv6) Selanjutnya akan dibahas sedikit mengenai IPv6, Berbeda dengan IPv4 yang hanya memiliki panjang 32-bit (jumlah total alamat yang dapat dicapainya mencapai 4,294,967,296 alamat), IPv6 memiliki panjang 128-bit yang total alamatnya mungkin hingga 2128=3,4 x 1038 alamat. Total alamat yang sangat besar ini bertujuan untuk menyediakan ruang alamat yang tidak akan habis (hingga beberapa masa ke depan), dan membentuk infrastruktur routing yang disusun secara hierarkis, sehingga mengurangi kompleksitas proses routing. IPv6 mengizinkan adanya DHCP Server sebagai pengatur alamat otomatis. Jika dalam IPv4 terdapat dynamic address dan static address, maka dalam IPv6, konfigurasi alamat dengan menggunakan DHCP Server dinamakan dengan stateful address configuration, sementara jika konfigurasi alamat IPv6 tanpa DHCP Server dinamakan dengan stateless address configuration. Dalam IPv6, alamat 128-bit akan dibagi ke dalam 8 blok berukuran 16-bit, yang dapat dikonversikan ke dalam bilangan heksadesimal berukuran 4-digit. Setiap blok bilangan heksadesimal tersebut akan dipisahkan dengan tanda titik dua (:). Karenanya, format notasi yang digunakan oleh IPv6 juga sering disebut dengan colon-hexadecimal format, berbeda dengan IPv4 yang menggunakan dotted-decimal format. Berikut ini adalah contoh alamat IPv6 dalam bentuk bilangan biner: Untuk menerjemahkannya ke dalam bentuk notasi colon-hexadecimal format, angka-angka biner dibagi ke dalam 8 buah blok berukuran 16-bit: 0010000111011010 0000000011010011 0000000000000000 0010111100111011 0000001010101010 0000000011111111 1111111000101000 1001110001011010